Oleh: R. Yunia Hayatie Nurzannah, SE.
Guru Mapel Ekonomi
Salah satu aspek penting dalam kehidupan adalah aspek keuangan. Keuangan perlu diperhatikan agar hidup menjadi nyaman dan sejahtera. Untuk mencapai stabilitas keuangan di masa depan, maka dari itu penting untuk mengatur keuangan saat ini dengan bijak.
Salah satu kebiasaan buruk dalam pengelolaan keuangan yang mungkin sering dilakukan yaitu menghamburkan uang. Hal ini sering dilakukan terutama pada saat penerimaan gaji. Kita sebagai manusia cenderung lebih mudah tergiur untuk berbelanja setelah mendapatkan gaji. Yang pada akhirnya akan membuat uang tersebut cepat habis dan tentu saja akan membuat kesulitan keuangan di akhir bulan.
Setiap tahap dalam kehidupan selalu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kita perlu mengatur keuangan yang tepat sesuai dengan pendapatan dan pengeluaran bulanan. Cara mengatur keuangan tidak hanya menahan diri terkait pembelian barang yang tidak diperlukan atau tidak mendesak, tetapi kita perlu merencanakan tujuan finansial jangka panjang melalui pembuatan anggaran setiap bulannya.
Besarnya penghasilan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi keuangan seseorang. Kemampuan mengatur dan menggunakan uang secara bijak juga sangat penting karena sebesar apapun penghasilan yang dimiliki tanpa ada pengelolaan yang baik maka hanya akan menjadikan penghasilan tersebut sia-sia. Mengelola keuangan bukan berarti harus hidup serba kekurangan atau pelit terhadap diri sendiri atau orang lain. Justru, pengelolaan keuangan yang baik membantu seseorang mengetahui mana yang benar-benar dibutuhkan, mana yang dapat ditunda, dan mana yang sebaiknya dihindari. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengatur keuangan:
1. Buat Skala Prioritas
Langkah pertama dalam mengelola keuangan adalah dengan membuat skala prioritas dengan cara membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dipenuhi, seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Sementara itu, keinginan adalah sesuatu yang ingin dimiliki tetapi sebenarnya masih dapat ditunda.
Sebelum melakukan pembelian, biasakan bertanya kepada diri sendiri: “Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?” Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu atau dapat ditunda.
2. Buat Daftar Persentase Anggaran Keuangan
Anggaran membantu kita mengetahui ke mana saja uang atau penghasilan digunakan. Catat setiap jumlah penghasilan yang diterima kemudian buat daftar pengeluaran secara teratur. Agar mudah diterapkan, contoh daftar anggaran penghasilan bisa menggunakan pembagian persentase sederhana seperti sebagai berikut ini:
| Pos Anggaran | Persentase | Keterangan |
| Kebutuhan Pokok | 40% | Makanan, kebutuhan Rumah Tangga, air, Listrik, Transportasi, pulsa/kuota |
| Tabungan | 15% | Tabungan untuk tujuan jangka pendek maupun jangka panjang |
| Dana Darurat | 10% | Untuk kebutuhan yang sifatnya tidak terduga |
| Pendidikan atau pengembangan diri | 10% | Buku, les atau pelatihan |
| Keluarga dan sosial | 10% | Membantu keluarga, sedekah/zakat dan kegiatan sosial |
| Hiburan dan keinginan | 10% | Hobi, makan di luar, jalan-jalan |
| Cadangan | 5% | Pengeluaran untuk kebutuhan yang tidak masuk kategori lainnya |
| Total | 100% |
Catatan: Persentase ini bukan aturan mutlak. Jika kebutuhan pokok seseorang lebih besar, persentaseya dapat dinaikkan dengan mengurangi pos hiburan atau pos lain yang kurang prioritas. Yang paling penting adalah penghasilan tidak habis tanpa perencanaan dan selalu ada bagian yang disisihkan untuk masa depan.
Dengan adanya pembuatan anggaran ini, pengeluaran menjadi lebih terarah dan kita tidak mudah menggunakan uang secara berlebihan atau tanpa rencana.
3. Biasakan Menabung di Awal penerimaan Gaji/ Penghasilan
Menabung sebaiknya dilakukan segera setelah menerima gaji/penghasilan, bukan menunggu sampai uang tersisa. Tentukan jumlahnya yang akan ditabungkan secara rutin. Walaupun jumlahnya tidak besar, kebiasaan menabung secara konsisten akan lebih bermanfaat daripada menabung dalam jumlah besar tetapi tidak konsisten. Tabungan dapat digunakan untuk tujuan tertentu, seperti pendidikan, membeli kebutuhan penting, atau mempersiapkan kebutuhan di masa yang akan datang.
4. Siapkan Dana Darurat
Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana yang sudah ditetapkan, ada kemungkinan muncul kejadian tak terduga, seperti biaya untuk kesehatan, biaya perbaikan barang-barang penting, atau kehilangan sumber penghasilan.
Oleh karena itu, sebagian penghasilan sebaiknya disiapkan sebagai dana darurat. Dana ini sebaiknya digunakan hanya untuk keadaan yang benar-benar mendesak, bukan untuk membeli barang yang bersifat konsumtif.
5. Hindari Utang yang bersifat konsumtif
Utang dapat menjadi beban apabila digunakan secara tidak bijak. Sebelum berutang, pertimbangkan kemampuan untuk membayar kembali dan pastikan tujuan utang tersebut memang penting. Hindari berutang hanya untuk mengikuti tren, membeli barang yang tidak diperlukan, atau memenuhi gaya hidup. Batasi kebiasaan belanja impulsif dengan menunda pembelian barang non-esensial. Prinsip yang baik adalah jangan sampai keinginan hari ini menjadi beban keuangan di masa yang akan datang.
6. Catat setiap pengeluaran sekecil apapun
Sering kali seseorang merasa pengeluarannya sedikit atau kecil, tetapi ketika seluruh transaksi tersebut dicatat dan dijumlahkan ternyata cukup besar. Karena itu, biasakan mencatat pengeluaran, baik yang besar maupun kecil. Catatan tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi kebiasaan keuangan. Jika terdapat pengeluaran yang ternyata tidak terlalu penting, pengeluaran tersebut dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan pada bulan berikutnya.
7. Jangan Mudah Terpengaruh Gaya Hidup
Perkembangan media sosial membuat seseorang mudah membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain. Padahal, kondisi keuangan setiap orang berbeda-beda. Jangan memaksakan diri mengikuti gaya hidup orang lain hanya agar terlihat mampu di mata orang lain. Hidup sesuai dengan kemampuan diri sendiri justru itu merupakan salah satu bentuk kecerdasan dalam mengelola keuangan.
8. Sisihkan Penghasilan untuk Berbagi
Keuangan yang sehat tidak hanya berkaitan dengan memenuhi kebutuhan pribadi saja. Jika memiliki kemampuan, sebagian rezeki dapat digunakan untuk membayar zakat, membantu orang lain, bersedekah, atau melakukan kegiatan sosial lainnya. Berbagi dapat menjadi salah satu bentuk rasa syukur sekaligus mengajarkan kita untuk menggunakan harta secara bertanggung jawab.
9. Evaluasi Secara Rutin
Pengelolaan keuangan perlu dievaluasi secara rutin. Pada akhir bulan, periksa kembali penghasilan dan seluruh pengeluaran. Lihat lagi apakah pengeluaran sudah sesuai dengan rencana anggaran dan apakah target angka menabung telah tercapai. Jika terdapat kekurangan, lakukan perbaikan pada bulan berikutnya. Pengelolaan keuangan yang baik bukan sesuatu yang langsung sempurna, tetapi merupakan kebiasaan yang dibangun secara bertahap.
10. Disiplin Diri dalam Menjalankan Anggaran yang telah dibuat
Langkah terakhir ini merupakan Langkah yang paling penting karena disiplin dalam menjalankan anggaran yang telah dibuat artinya kita Smemiliki komitmen untuk menggunakan penghasilan sesuai dengan rencana keuangan yang sudah ditetapkan. Setiap pengeluaran perlu disesuaikan dengan pos dan batas anggaran yang telah dibuat sebelumnya, sehingga tidak mudah tergoda melakukan pembelian atau pengeluaran yang sekira tidak diperlukan.
Mengelola keuangan secara bijak bukan tentang seberapa besar penghasilan yang dimiliki, melainkan bagaimana penghasilan tersebut digunakan secara bertanggung jawab. Dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran, menabung, menyiapkan dana darurat, menghindari utang yang bersifat konsumtif dan melakukan evaluasi secara rutin, kondisi keuangan dapat menjadi lebih terarah, terencana dan teratur.
Pada akhirnya, uang seharusnya menjadi alat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan sejahtera, bukan menjadi sumber masalah karena penggunaannya yang tidak tepat dan tidak terencana. Kebiasaan mengelola keuangan dengan bijak mulai dari sekarang akan memberikan manfaat bagi kehidupan di masa yang akan datang.
*Diolah dari berbagai sumber
Good
masyaAllah kerenn
Mantap, Inspiratif
Masya Allah, ilmu yang sangat bermanfaat
Semoga tipsnya bisa dipraktikkan dan jadi kebiasaan baik.
Dicoba untuk di aplikasikan sehari – hari..
Mantap sekali
terimakasih tips nya Bu sangat bermanfaat
Terima kasih tipsnya
Gampang² susah
Tips yang luar biasa
Kerrrennn…
ok siaap, terima kasih mamih
Terimakasih guruku, tips yg sangat bermanfaat
lope
Masya Allah,
Mantap luar biasa
Tinggalkan Komentar