Ditulis oleh:
Aam Salamah Kamilah, S.Pd.I
(Guru Seni Budaya MA YPPA Cipulus)
Cantik. Kata itu sering kali menjadi standar utama dalam menilai seorang wanita. Di media sosial, di sekolah, bahkan dalam kehidupan sehari-hari, penampilan sering mendapat perhatian lebih dibandingkan kualitas diri. Seolah-olah, jika seseorang tidak memenuhi standar kecantikan tertentu, maka nilainya menjadi berkurang. Padahal, ada satu hal yang jauh lebih berharga daripada sekadar cantik, yaitu martabat.
Cantik adalah anugerah yang dapat berubah seiring berjalannya waktu. Usia, keadaan, dan kehidupan akan memengaruhi penampilan seseorang. Namun martabat adalah sesuatu yang dibangun melalui karakter, sikap, dan cara seseorang menjalani hidup. Martabatlah yang membuat seorang wanita dikenang, dihormati, dan dihargai.
Merawat diri tentu merupakan hal yang baik. Namun, kecantikan yang sesungguhnya akan semakin bermakna ketika diiringi dengan akhlak yang baik, kecerdasan, serta rasa hormat terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Apa Itu Martabat Bagi Wanita?
Martabat adalah harga diri yang dijaga dengan penuh kesadaran. Bukan berarti merasa lebih tinggi daripada orang lain, melainkan memahami nilai diri dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai kebaikan.
Wanita yang bermartabat adalah wanita yang mampu menjaga dirinya dalam berbagai aspek kehidupan.
Tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, tidak ikut menyebarkan hoaks, serta menghindari gosip yang dapat merugikan orang lain.
Berperilaku dengan sopan, bertanggung jawab, serta menghindari tindakan yang dapat merendahkan diri sendiri maupun orang lain.
Memiliki tujuan hidup, berani bermimpi, serta terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari.
Tidak pernah berhenti menambah ilmu, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan kehidupan.
“Cantik tanpa martabat ibarat kembang api yang bersinar terang sesaat, lalu menghilang. Sebaliknya, wanita yang memiliki martabat bagaikan lampu yang cahayanya tenang, tetapi mampu menerangi dalam waktu yang lama.”
Mengapa “Sekadar Cantik” Tidak Cukup?
Pada usia SMA, banyak remaja yang mulai mengenal berbagai tren dan ingin tampil menarik. Hal itu merupakan sesuatu yang wajar. Namun, akan menjadi kurang baik apabila seluruh perhatian hanya tertuju pada penampilan hingga melupakan pengembangan diri.
Jika seseorang hanya mengejar predikat “cantik”, maka ada beberapa hal yang mungkin terjadi.
Karena terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain dan merasa harus selalu memenuhi standar yang berubah-ubah.
Ketika penilaian terhadap diri sendiri hanya bergantung pada penampilan atau pendapat orang lain.
Pujian memang menyenangkan, tetapi kemampuan, karakter, dan tujuan hidup akan jauh lebih bermanfaat untuk masa depan.
Wanita yang bijaksana memahami bahwa kecantikan hanyalah salah satu bagian dari dirinya. Oleh karena itu, ia juga mengembangkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kepribadiannya.
Misalnya, selain merawat diri, ia juga menyisihkan waktu untuk membaca buku, mengikuti pelatihan, mengembangkan bakat, belajar keterampilan baru, atau melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya maupun lingkungan sekitar. Dengan demikian, ia bertumbuh tidak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam.
Cara Membangun Martabat Sejak SMA
Martabat tidak muncul secara instan. Ia dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Mulailah menabung dari uang saku, belajar mengelola keuangan, memiliki target, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kemandirian dalam mengatur keuangan akan melatih rasa tanggung jawab terhadap masa depan.
Berani mengatakan “tidak” terhadap ajakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan. Berani memilih lingkungan pertemanan yang sehat dan saling mendukung untuk berkembang. Prinsip yang baik akan menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Penampilan memang dapat menarik perhatian, tetapi wawasan, kemampuan berpikir, dan sikap yang baik akan membuat seseorang dihormati dalam jangka panjang. Ikutilah kegiatan positif, perlombaan, organisasi, pelatihan, membaca buku, atau belajar keterampilan baru sebagai bentuk investasi terbaik untuk diri sendiri.
Bersikap santun, menghargai perbedaan, mampu bekerja sama, serta menjaga tutur kata merupakan bagian penting dari martabat seseorang. Sikap yang baik akan meninggalkan kesan positif di mana pun berada.
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Daripada sibuk membandingkan diri dengan orang lain, akan lebih baik jika fokus menjadi versi terbaik dari diri sendiri melalui proses belajar dan memperbaiki diri setiap hari.
Menjadi cantik tentu bukan sesuatu yang salah. Merawat diri juga merupakan bentuk menghargai diri sendiri. Namun, jangan berhenti sampai di sana.
Masyarakat membutuhkan lebih banyak wanita yang memiliki karakter kuat, mampu berpikir kritis, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Ingatlah, mungkin orang akan lupa bagaimana wajah kita berubah seiring waktu. Namun, mereka akan selalu mengingat bagaimana kita memperlakukan orang lain, bagaimana kita menghadapi kesulitan, bagaimana kita memperjuangkan cita-cita, dan bagaimana kita menjaga martabat sebagai pribadi.
Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang benar-benar istimewa bukanlah sekadar wajah yang terlihat di cermin, melainkan karakter yang dibangun, ilmu yang terus dikembangkan, serta nilai-nilai kebaikan yang diwujudkan dalam kehidupan setiap hari.
“Cantik dapat menarik perhatian, tetapi martabatlah yang menghadirkan penghormatan.”
Warbiasah semoga menjadi pribadi pribadi yang cantik lahir bathin
MasyaAllah…Tulisan yang cantik, dengan pesan yang jauh lebih cantik.
Maji terus wanita Indonesia
Semoga kita bisa menjadi wanita yg bermartabat…
Kerrrennn…
Luar biasa
Luar biasaa
Masya Allah, luar biasa wanita-wanita tangguh
Anggun, Berilmu, Bermartabat.
❤️❤️❤️
kereeeen
Tapmantap
♥️♥️♥️
Mantap
Ya zaman sekarang penampilan lebih diperhatikan daripada kualitas
Semoga makin konsisten dari hal kecil aamiin
Manttapp
Cantik : Kerja sama antara mata, hati dan cerita di kepala
MasyaAlloh, guruku
Salah satu rolemodel sejak dibangku Aliyah dulu
My quotes: dulu,kini dan nanti perempuan tetap cerdas dan mencerdaskan
Keren
Perempuan hebat, perempuan bermartabat
siaaap
Tinggalkan Komentar