Info Sekolah
Kamis, 17 Sep 2026
  • Selamat datang di MA YPPA Cipulus

BEDIDING

Rabu, 19 Agustus 2026 Oleh : admin-mayppacipulus

Oleh : Emilia Indah Caturarita, S.Pt

(Guru Kimia MA YPPA Cipulus)

Bediding, dalam Bahasa jawa bedhidhing adalah istilah untuk menyebutkan perubahan suhu yang mencolok khususnya di awal musim kemarau dimana sedang kita alami  akhir – akhir ini. Suhu udara menjadi sangat dingin menjelang malam hingga pagi, sementara di siang hari suhu melonjak hingga panas menyengat. Perubahan suhu yang demikian terjadi selama tiga hingga empat bulan dan selalau pada pertengahan tahun antara bulan juli hingga September. Bedding juga dikenal sebagai musim bediding yang merupakan musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Perubahan suhu

Daerah tropis memiliki suhu hangat yang biasanya mempunyai suhu di atas 22o C. namun, pada musim bediding, suhu udara di beberapa tempat di Indonesia bisa turun drastis terutama wilayah dataran tinggi. Sehingga sesekali terdapat hamparan salju tipis saat pagi hari karena embun yang membeku.

Masih ingatkah kita dengan efek rumah kaca  dengan pemanasan globalnya? Apakah relevan antara efek rumah kaca dengan fenomena bediding?

Hubungan antara fenomena bediding dan efek rumah kaca terletak pada mekanisme pelepasan panas di atmosfer bumi. Secara sederhana, bediding terjadi justru karena efek rumah kaca alami di bumi sedang ‘melemah” atau tidak bekerja secara maksimal pada malam hari akibat hilangnya awan dan uap air.

Berikut penjelsan mengenai keterkaitan keduanya:

  1. Ketiadaan “selimut” efek rumah kaca alami; dalam kondisi normal, uap air dan awan dilangit berfungsi sebagai gas rumah kaca alami yang bertindak sebagai selimut bumi kita. Mereka menyerap panas yang di pancarkan bumi pada siang hari dan memantulkannya Kembali ke purmakaan pada malam hari, sehingga bumi tetap hangat. Kondisi saat bediding, saat musim kemarau, langit cenderung bersih, cerah, dan minim tutupan awan. Kerena tidak ada “selimut” awan ini, efek rumah kaca alami tidak bekerja. Akibatnya, seluruh panas radiasi bumi langsung terlepas bebas ke luar angkasa tanpa ada yang menahan, menyebabkan suhu permukaan turun drastic pada malam hingga pagi hari.
  2. Pengaruh perubahan iklim global. Pemanasan global ; peningkatan gas rumah kaca (seperti CO2 dari aktivitas manusia) memicu perubahan iklim global. Perubahan iklim ini tidak menghilangkan bediding karena bediding adalah siklus monsoon yang normal. Namun, pakar lingkungan dan laporan BMKG menyebutkan bahwa krisis iklim dapat menggeser karakteristiknya. Ini membuat awal musim kemarau menjadi tidak menentu, kelembaban udara semakin ekstrim, atau durasi malam dingin bertahan lebih lama dari biasanya.

Dampak bediding terhadap Kesehatan, pertanian dan peternakan.

  1. Bagi manusia, dampak utamanya meliputi gangguan saluran pernapasan seperti batuk, pilek, kulit kering dan pecah – pecah akibat udara yang minim kelembapan, serta peningkatan resiko penyakit bagi kelompok rentan ( bayi, anak – anak, lansia, serta penderita asma atau penyakit jantung). Cara mengatasi dan mencegah dampak buruk, yaitu menggunakan pakaian hangat, jaket, selimut atau pakaian tebal saat tidur atau beraktivitas di malam hari dan pagi hari. Menjaga kelembapan kulit dengan menggunakan lotian atau pelembab secara rutin untuk mencegah kulit kering.
  2. Pertanian, memberikan dampak pada jenis tanaman tertentu yang tidak tahan terhadap cuaca yg ekstrim, diantaranya embun beku yang membakar jaringan daun. Gangguan fisiologis dan penurunan kualitas hasil panen. Memperparah serangan hama dan penyakit tanaman. Resiko gagal panen dan kerugian ekonomi petani. Ancaman berkelanjutan bagi produktivitas lahan.
  3. Peternakan, pada musim kemarau sekitar bulan Juli sampai September, sering muncul berbagai penyakit yang bersifat endemic dan oportunistik. Contohnya pada ikan, penyakit bercak merah  Aeromonas hydrophila (MAS), Pseudomonas sp.(BHS), Mycobacterium sp, (Mycobacteriosis), dan Ichthyophthirius multifiliis (Ich). Hal tersebut disebabkan keterbatasan persedian air sehingga kualitas air menurun, bersamaan dengan suhu air yang menjadi rendah. Di belahan bumi selatan Indonesia, musim kemarau bersamaan dengan musim “dingin” (bediding). Penurunan suhu udara akan menurunkan suhu air sehingga ikan menjadi stress, nafsu makan dan daya tahan tubuh menurun. Hal ini terjadi pula pada kolam lele, yang menyebabkan penyakit whitespot yang dapat mengakibatkan kematian pada lele. Selain itu, lele mudah terserang banyak penyakit Ketika suhu kolam kurang dari  250C.

Tulisan Lainnya

11 Komentar

Ahmad Syapei , Kamis 20 Agu 2026

Fenomena Bediding perspektif Ilmiah, keren

Reply
Dian Safitri , Kamis 20 Agu 2026

MasyaAllah….menarik dan informatif

Reply
Ugum , Kamis 20 Agu 2026

Wowww kereen
Kita jadi tambah ilmu niih

Reply
Gisya , Kamis 20 Agu 2026

Aku terserang flu sepertinya efek bedhiding

Reply
Hilma Andania Arifah , Kamis 20 Agu 2026

Sehat selalu kita semua, amin ya Alloh

Reply
RIANTI , Jumat 21 Agu 2026

woooww kerennn

Reply
IBARFARID BRAMDANI , Jumat 21 Agu 2026

Top

Reply
ryunia hayatie , Jumat 21 Agu 2026

Sehat.. sehat semuanya

Reply
EUIS SRI M. , Jumat 21 Agu 2026

Terima kasih informasinya

Reply
Mery Mariam Aprilia , Selasa 25 Agu 2026

siaaap

Reply

Tinggalkan Komentar

 

Video Terbaru