Cipulus, Purwakarta — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa MA YPPA Cipulus dalam ajang seleksi internal Pekan Olahraga dan Seni Madrasah (POSMAD) tingkat Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKM-MA) Kabupaten Purwakarta 2026. Pada cabang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) yang dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2026 di lingkungan madrasah masing-masing.
Azizah N. Azzahra siswa MA YPPA Cipulus dari kelas XI Saintek 5 Al-Jazari yang berhasil meraih Juara 1 cabang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK). Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah sekaligus menjadi bukti bahwa lingkungan pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik dengan tradisi keilmuan pesantren mampu melahirkan generasi yang berprestasi dan memiliki kecintaan terhadap khazanah keislaman.
MQK merupakan salah satu cabang yang menguji kemampuan peserta dalam membaca, memahami, serta mengkaji kandungan kitab-kitab turats atau kitab kuning. Kompetisi ini tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca teks Arab dengan baik, tetapi juga menuntut ketelitian dalam memahami struktur bahasa, penguasaan kaidah, serta kedalaman pemahaman terhadap isi kitab. Karena itu, keberhasilan Azizah menjadi capaian yang cukup berarti, terlebih persaingan dalam seleksi POSMAD tingkat KKM-MA Kabupaten Purwakarta diikuti oleh peserta-peserta yang memiliki kemampuan dan pengalaman di bidangnya masing-masing.
Azizah sendiri bukanlah peserta yang baru mengenal dunia MQK. Ia telah memiliki pengalaman dan prestasi sebelumnya dengan meraih Juara 1 pada cabang MQK di tingkat Asrama di Cipulus. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mengikuti seleksi tingkat KKM-MA Kabupaten Purwakarta. Konsistensi dalam belajar, pengalaman mengikuti perlombaan, serta pembinaan yang diperoleh di lingkungan madrasah dan asrama menjadi bagian yang mendukung kesiapan dalam menghadapi kompetisi.
Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju POSMAD tingkat Provinsi. Setelah berhasil menjadi juara pada tahap seleksi internal tingkat KKM-MA Kabupaten Purwakarta, Azizah akan kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan yang lebih luas. Tahapan tersebut tentunya membutuhkan kesiapan yang lebih matang, baik dari segi kemampuan membaca kitab, pemahaman materi, ketelitian, mental bertanding, maupun kedisiplinan dalam berlatih.
Dasep Mulyadi, selaku Koordinator Lomba kategori MQK MA YPPA Cipulus, menyampaikan rasa bangganya atas capaian yang diraih Azizah. Menurutnya, persaingan dalam seleksi tersebut berlangsung cukup ketat sehingga prestasi yang diraih Azizah merupakan hasil dari proses belajar dan persiapan yang tidak sederhana.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan hasil yang diraih. Persaingannya cukup ketat karena peserta yang mengikuti lomba juga memiliki kemampuan yang baik. Prestasi ini tentu tidak lepas dari usaha dan persiapan yang dilakukan oleh peserta,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dasep menjelaskan bahwa persiapan untuk menghadapi tingkat provinsi akan dilakukan secara lebih maksimal. Pembinaan tidak hanya akan dilakukan dari pihak madrasah, tetapi juga diperkuat melalui bimbingan dari pengurus Asrama. Kolaborasi antara madrasah dan asrama diharapkan dapat memberikan pembinaan yang lebih terarah sehingga siswa mampu meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
“Untuk persiapan ke tingkat provinsi, tentunya kami akan mempersiapkannya semaksimal mungkin. Selain pembinaan dari MA YPPA Cipulus, akan ada juga bimbingan dari pengurus asrama. Kami berharap dengan persiapan yang lebih matang, kemampuan peserta dapat semakin berkembang dan lebih siap menghadapi persaingan di tingkat provinsi,” tambahnya.
Dalam menghadapi perlombaan tingkat provinsi, ia menegaskan bahwa niat utama dalam mengikuti MQK adalah thalabul ‘ilmi atau menuntut ilmu. Perlombaan bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperdalam ilmu, menambah pengalaman, melatih mental, serta mengambil pelajaran dari proses yang dijalani. Namun demikian, ikhtiar untuk meraih prestasi tetap harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.
“Targetnya tentu kita niatkan terlebih dahulu untuk thalabul ‘ilmi, untuk mencari dan memperdalam ilmu. Tetapi setelah itu, juara juga harus kita perjuangkan dan harus dicapai dengan usaha yang maksimal. Jadi, niat mencari ilmu berjalan bersama dengan ikhtiar untuk memberikan hasil terbaik,” tutupnya.
Prestasi Azizah N. Azzahra menjadi motivasi bagi siswa-siswi MA YPPA Cipulus lainnya untuk terus mengembangkan potensi masing-masing. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa prestasi dapat lahir dari proses yang konsisten, pembinaan yang berkelanjutan, serta kemauan untuk terus belajar.
Dengan semangat thalabul ‘ilmi, ikhtiar, ikhlas, berkah, MA YPPA Cipulus terus mendorong para siswanya untuk tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap ilmu-ilmu keislaman dan tradisi keilmuan pesantren. Semoga langkah Azizah di tingkat provinsi nantinya dapat berjalan lancar dan kembali membawa prestasi terbaik bagi MA YPPA Cipulus dan Kabupaten Purwakarta.
Mantap, keren
Pamugi hasil maksad
Tinggalkan Komentar