Info Sekolah
Rabu, 01 Des 2021
  • Selamat datang di MA YPPA Cipulus

SEJARAH

SEJARAH MA YPPA CIPULUS

Purwakarta salah satu kota yang dahulunya dikenal sebagai kota santri, yang telah melahirkan generasi penerus bangsa yang luar biasa, serta kota yang mendukung berbagai program yang bertujuan mencerdaskan anak bangsa. Selain itu, Purwakarta  memiliki potensi besar dalam hal budaya, ekonomi  dan pendidikan. Kota ini juga  merupakan salah satu kabupaten yang memberi perhatian penuh terhadap pendidikan formal maupun non formal.

MA YPPA Cipulus merupakan lembaga pendidikan formal yang ikut serta dalam membangun peradaban bangsa yang berada di kabupaten Purwakarta, yang berdiri di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah. Pondok pesantren ini, merupakan Pesantren tertua sekaligus perintis pendidikan Agama Islam di Wilayah Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta.

Pondok Pesantren Cipulus didirikan pada tahun 1840 oleh Almarhum Kyai Ahmad bin Kyai Nurqoyim yang akrab disapa eyang Med. Eyang Med merupakan salah satu  murid kesayangan Maulana Syeh Yusuf atau Syekh Baing Yusuf. Syekh Baing Yusuf merupakan murid dari Syekh Campaka Putih atau Pangeran Diponegoro. Beliau meninggal pada tahun 1856 dan dimakamkan di Komplek Masjid Agung Baing Yusuf.

Setelah Kyai Med wafat, pada tahun 1870 s.d. 1900 pesantren Cipulus diteruskan oleh KH. Nasyir. Kemudian dilanjutkan oleh KH. M. Arief pada tahun 1900 s.d. 1920. Pada tahun 1920 s.d 1937 dilanjutkan oleh Kyai Syueb atau mama Ueb. Namun, pada tahun 1957 pesantren ini sempat bubar karena adanya gangguan keamanan dari Dl/Tll.

Akhirnya, pada awal tahun 1963 setelah daerah Kecamatan Wanayasa sudah mulai membaik dari pengaruh masa DI/TII, KH. ‘Idjuddin sekembalinya dari tanah suci, mencoba mendirikan kembali Pondok Pesantren Cipulus. K.H ‘Ijuddin yang akrab dengan panggilan Ama Cipulus merupakan putra dari K.H Syueb yang pernah memimpin pesantren tersebut pada periode 1920 s.d.  1937.

Berkat dukungan dari berbagai pihak, di atas tanah wakaf yang bertempat di Kp. Cipulus KH. ‘Idjuddin mendirikan kembali Pondok Pesantren yang telah lama terhenti.

Para santri dari luar daerah seperti Karawang, Subang, dan Jabotabek mulai berdatangan, sehingga pada tahun 1970 jumlah santri tercatat 200 orang dan jumlah jamaah pengajian rutin mingguan sekitar 250 orang jamaah. Luas areal serta bangunan pun sedikit demi sedikit mulai bertambah dan banyak mengalami perubahan. Pesantren ini diberi nama “Sukalaksana”

Mengingat perkembangan pendidikan semakin pesat, kebutuhan pendidikan yang sifatnya formal pun sangat diharapkan oleh para  orang tua santri. Kemudian putra mama ‘Idjuddin  yaitu KH. Mufaroj berinisiatif untuk mendirikan pendidikan formal. Pada tahun 1988 didirikanlah Madrasah Aliyah Cipulus sekaligus didirikannya Yayasan yang diberi nama “Yayasan Pondok Pesantren Al-hikamussalafiyah” dengan Akta Notaris No. 14 Tanggal 15 Agustus 1988. Namun ijin operasional MA YPPA Cipulus keluar pada tanggal 22 Agustus 1991.

Sejak tahun 1988 sampai sekarang MA YPPA Cipulus dipimpin oleh H. Muhammad Anshor dan Wakil kepalanya adalah H. Agus Muhammad Arif Affandi yang merupakan putra dari H. Muhammad Anshor.

Selama kepemimpinan beliau, MA YPPA Cipulus terus berkembang menuju arah yang lebih baik. Mencetak generasi bangsa yang cerdas, berpengetahuan tinggi, berakhlak mulia, serta mempunyai keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. MA YPPA Cipulus mempunyai beberapa program yang bersifat akademik maupun non akademik. Salah satu program yang bersifat akademik yaitu sukses dalam menyiapkan dan menghasilkan peserta didik yang kompetitif dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan pertanian dan perikanan yang bekerja sama dengan pihak lain yang kompeten dan profesional.  Sedangkan program non-akademik yaitu pengembangan program intrakurikuler, ekstrakurikuler dan kepribadian yang bertujuan meningkatkan  potensi  serta  bakat para siswa dalam berorganisasi.